PT Taspen Properti Indonesia (TASPRO) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session dengan mengangkat tema ”Budaya Risiko” pada Jumat (24/7), bertempat di Kantor Pusat PT Taspen Properti Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat implementasi manajemen risiko sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya budaya risiko dalam mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.
Sharing Session menghadirkan narasumber dari Divisi Manajemen Risiko, yaitu Mariah Qibthiyyah Brainyyah dan Dhea Anasari Putri, yang menyampaikan materi mengenai konsep, prinsip, serta implementasi budaya risiko dalam aktivitas operasional perusahaan. Materi yang disampaikan menekankan bahwa penerapan budaya risiko merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (*Good Corporate Governance/GCG).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan TASPRO dan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab. Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko secara proaktif sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan.
Pelaksanaan Sharing Session ini diharapkan dapat semakin memperkuat budaya sadar risiko (risk awareness culture) di lingkungan TASPRO, sehingga setiap insan perusahaan mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen risiko dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas, guna mendukung terciptanya organisasi yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari agenda pengembangan kompetensi internal, kegiatan Sharing Session akan terus diselenggarakan secara berkesinambungan sebagai wadah berbagi pengetahuan, memperkuat kolaborasi antarunit kerja, serta mendorong terciptanya budaya belajar yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan dan prinsip tata kelola yang baik.